Dahulu kala, ada sebuah virus yang terkenal bisa "merusak" hardware, tidak secara fisik menghancurkan, tetapi si virus bisa menghancurkan MBR (Master Boot Record) bahkan meng overwrite FLASH BIOS. Namanya virus CIH (You are not allowed to view links.
Register or
Login). Virus bisa dikategorikan sebagai software (You are not allowed to view links.
Register or
Login) walaupun diciptakan untuk merusak.
Menanggapi pertanyaan di atas:
...
dapatkah software dapat merusak hardware??
mungkin itu pertanyaan yang sering ditanyakan, soalnya ada beberapa kasus yang saya alami, seperti Xbox Crashed gara-gara gamenya, dll
....
Aku melihatnya lebih merupakan kegagalan interaksi antara
Software dan
Hardware yang berakibat
System Crash. Di Mata Kuliah
Arsitektur Sistem Komputer, kalau tidak salah, ada dibahas mengenai interaksi antara
Software, Hardware dan
Brainware. Prosedur-prosedur itu juga melibatkan
Operating System dan perangkat-perangkat lainnya sebagai
interface, seperti
input device, output device dll.
Nah, bila interaksi diatas tidak berhasil dengan baik, tentu saja akan mengakibatkan sistem tidak bekerja sebagaimana mestinya (
Crash).
Jangan lupa,
software (aplikasi) terkadang masih mengandung kekurangan/
BUG. Apalagi yang
crack version (
SAY NO TO PIRATE, kecuali kepepet hehehe...).
BUG-BUG tersebut berpotensi nya mengakibatkan
System Crash.
Pengalaman pribadi saya, Bahasa Pemograman Pascal versi 7 memiliki masalah dengan prosessor Slot 1 (seperti Intel Pentium II dan Intel Celeron terbitan awal), tetapi tidak memiliki masalah dengan Processor yang menggunakan Socket 7 (AMD K5, AMD K6, Intel Pentium I 233 MMX dll) atau Socket 370 (Pentium III and above). Code kita, terutama yang meiliki perhitungan yang melibatkan ALU (Arithmetic Logic Unit) tidak akan bisa dicompile di Komputer dengan Processor berbasis Slot 1. Om Google pada masa itu telah mengkonfirmasikannya. Kalau saya tidak salah, ada
patch pada masa itu yang menjadi solusi masalah ini. Pada Kasus lain, ada Windows yang selalu menampilkan fitur utamanya yaitu
BLUE SCREEN, yang ternyata masalah nya di RAM. RAM diganti...masalah pergi...!
Gambaran di atas mengambarkan betapa pentingnya interaksi yang ideal antara
software dan
hardware. Ketidak cocokan ataupun kegagalan menjalankan fungsinya bisa berakibat pada tidak berjalannya sistem sebagaimana mestinya.
Setelah berputar-putar kita kembali ke pertanyaan awal, yaitu: apakah
software bisa merusak
hardware?
Menurut aku, bisa saja kalau memang dikondisikan demikian. Katakanlah kita menciptakan sebuah aplikasi yang bisa memaksa CPU bekerja di atas ambang toleransinya...akibatnya CPU akan
exhaust dan
RIP (Rest In Peace)...Tetapi untuk banyak kasus dengan kondisi ideal (bukan
hacking attempt), sangat jarang terjadi kerusakan
Hardware disebabkan oleh
software, biasanya malah disebabkan oleh
human habit/error. Kenapa demikian? Karena resiko-resiko tersebut sudah diminimalisir pada sistem masa ini. Walau tidak menjamin 100%.
By the way, Please correct me if I'm wrong...aku juga masih belajar
