Bang Adi Sunardi, mau tanya nih, masalah grounding dengan satuan volt seperti yang bang adi utarakan di atas, itu titik pengukuran diukur dari mana ke mana? apakah dari titik terdekat ke tanah dengan titik terdekat ke beban? Terus terang belum pernah lihat orang mengukur tahanan grounding nih, biasa mereka (baca instaler) hanya memasang groun asal-asalan dan bahkan tidak dipasang samasekali
Sebenarnya, yang namanya tahanan satuannya adalah ohm. Tetapi pada praktikalnya, kita tidak bisa mengukur tahanan menggunakan ohm meter biasa antara phasa Netral dengan Bar Groundingnya. Kenapa demikian?
Karena metode pengukuran menggunakan ohm meter biasa adalah menghitung besarnya resistansi dari suatu media penghantar secara seri (dapat digambarkan sebagai berikut:
TP A --> Ohm Meter --> TP B) dimana TP adalah Titik Pengukuran. Media penghantar yang diukur dengan metode ini tidak boleh dilewati arus listrik, karena arus DC sudah disuplai oleh batere nya si ohm meter.
Kebayang kan kalau kita mengukur Resistansi pada instalasi listrik yang terpasang dimana arus listriknya (AC) mengalir? Bisa meledak ohm meter nya. Kecuali, kita mengukur resistansi kabelnya tanpa ada arus.
Sebagai subtitusinya, beberapa
engineer di lapangan melakukan perhitungan beda potensial antara Phase Netral dengan Bar Groundingnya. Asumsinya adalah, semakin kecil Beda Potensial maka semakin kecil pula nilai resistansi (bila nilai Arus sudah diketahui).
Semakin kecil nilai resistansi, semakin bagus lah grounding itu. Jadi arus-arus
bocor tidak terhambat untuk dibuang melalui grounding.
Untuk melakukan pengukuran grounding dengan baik, dilakukan dengan menggunakan Grounding Tester (contoh ada You are not allowed to view links.
Register or
Login)
O, ya. Saya ragu penjelasan saya ini benar secara ilmiah (secara saya bukan ahli di bidang ini), bila saya salah, mohon bantuan koreksinya...terima kasih