Sudah cukup jelas untuk titik pengukurannya, berarti antara titik Ground dengan Netral, tapi jika ada satu kasus dimana beban R-S-T tidak seimbang untuk satu wilayah, tegangan antara Netral dengan ground bahkan bisa mendekati 100 Volt, itu gimana bang? Analoginya kan semakin baik pentanahan justru semakin naik nilai tegangan yang muncul karena dalam hal ini Netral itu sudah menjadi sebuah sumber tegangan....
Untuk kasus diatas, juga sudah pernah saya diskusikan dengan beberapa rekan kerja yang biasanya mengurus masalah grounding tower dan berikut ini ada penjelasan singkatnya.
Beban antara R, S, T yang tidak seimbang tidak berpengaruh terhadap nilai grounding seharusnya. Untuk menyeimbangkan beban masing-masing phasa, harus dilakukan distribusi beban ulang pastinya.
Pentanahan itu sendiri akan bergantung dari jenis dan sifat tanah di sekitar lokasi. Nilai-nilainya akan sangat relatif. Istilah "Netral menjadi sumber tegangan" saya rasa agak sedikit rancu. Baiknya kita menyebutnya beda potensial antara Phasa Netral dengan Bar Groundingnya

Adanya Beda potensial antara dua titik, akan menyebabkan adanya arus yang mengalir. Berapa besar nilai arus yang mengalir akan sangat bergantung dari berapa besar beda potensial dibandingkan tahanannya (
I=V/R) bukan? Nah semakin kecil Nilai Beda Potensial untuk nilai arus tertentu akan mempengaruhi nilai resistansi (tahanan) yang tentu menjadi semakin kecil (
R=V/I). Semakin kecil nilai resistansi, semakin bagus hantaran (konduksi) dari media tersebut bukan? Makin lancarlah arus-arus bocor yang bisa dilewati melalui media (grounding) itu.
Untuk pengukuran nilai tegangan antara Phasa Netral dengan Bar Groundingnya yang besar (nilainya sampai 100V) bisa disebabkan oleh faktor-faktor dari jenis dan sifat tanah di daerah tersebut, atau juga instalasi grounding yang tidak benar (kurang dalam dll).
Untuk case ini, ada yang berpendapat, bila nilai tersebut sama di beberapa titik pengukuran (kalau menggunakan Grounding Tester, hal ini lebih mudah dilakukan), tidak akan menjadi masalah. Yang jadi masalah bila pengukuran di beberapa titik (contoh: Pengukuran pertama di Panel Utama antara N dan Grounding, Pengukuran kedua di outlet dinding, pengukuran ke tiga di outlet meja) menghasilkan nilai yang berbeda, berarti ada masalah serius dengan instalasi grounding nya...
CMIIW