Secara garis besar, seperti yang bro Rizaldi sampaikan...
Secara garis kecil, ya sama juga....hehe..
Kalau berdasarkan pengalaman, banyak beredar virus yang notabenenya "berasal dari indonesia (baca: lokal)", virus-virus ini kebanyakan adalah varian dari virus-virus yang sudah beredar sebelumnya, bahkan ada yang lebih "jahat".
Bahkan ada juga yang
pure datangnya dari "orang dalam" negeri ini...keren-keren ya...

Di beberapa kota (contoh: Medan), ada lho pelatihan khusus untuk membuat virus, memahami algoritmanya dan bagaimana mengatasinya...walaupun masih tingkat dasar...virusnya dibuat pake bahasa BASIC.
Nah, karena ada virus yang belum terdeteksi oleh AV yang udah punya nama besar seperti McAfee, Symantec, Trend Micro dll...maka beberapa komunitas yang berkecimpung di bagian ini (pembuat, pengobat, atau pembuat sekaligus pengobat sekaligus

), meluncurkan Anti Virus untuk virus, trojan, worm yang kita bicarakan tadi.
Kebanyakan sih berupa tool independen khusus untuk jenis "penyakit" tertentu saja, walaupun ada yang sudah terintegrasi seperti halnya AV yang lain, cukup dengan update
"definition database" nya, kita bisa mengobati jenis-jenis virus yang baru muncul itu.
Dengar-dengar nih, beberapa perusahaan AV terkenal (kalau tidak salah, diawali oleh McAFEE) sudah punya "kaki tangan" di Indonesia atau negara-negara untuk mendeteksi virus-virus yang beredar secara lokal, sehinggal lebih cepat teratasi oleh AV-AV tersebut dengan mengupdate
"definition database" nya.
Jadi...AV Lokal, ya dibuat oleh orang Lokal...kalau yang Non-Lokal?
vice versa...sebaliknya...
Baiknya jangan di segmentasi seperti itu ya...jadi AV-AV Made In Indonesia bisa sejajar dengan AV-AV lain...jangan seperti komoditas beras....ada Beras Impor, ada Beras Ekspor.....cukup namakan Beras saja! hehe...