#Membuat sendiri tool backup (Perintah: xcopy, Sumber: Windows) Anda tidak perlu ‘membuang’ uang untuk membeli sebuah tool yang berfungsi melakukan proses backup. Perintah ‘xcopy’ juga dapat difungsikan untuk melakukan tugas tersebut dengan sama baiknya. Caranya dengan menggunakan sebuah file batch yang berfungsi untuk mem-backup data dari sebuah direktori melalui klik ganda. Windows pun dapat diatur agar tidak harus selalu menanyakan, apakah file yang ada boleh ditimpa.
File yang di-backup hanyalah file baru atau telah dimodifikasi. File batch tersebut juga mem-backup subfolder-nya. Untuk setiap folder hanya dibutuhkan satu perintah. Untuk membuat file batch tersebut dengan Notepad, buat file teks baru dan ketik isinya seperti contoh di bawah ini.
xcopy c:\start\*.* d:\backup /m /s /y Simpan file tersebut sebagai ‘backup.bat’. Parameter ‘*.*’ dipakai agar perintah ‘xcopy’ mem-backup semua file yang ada dalam folder ‘start’ ke dalam folder ‘backup’. Adapun parameter '/m' akan meng-copy semua file dengan atribut archive dan menonaktifkan atribut archive file sumbernya. Parameter '/s' digunakan agar semua subfolder juga disertakan, sementara '/y' menonaktifkan konfirmasi atau pertanyaan, apakah Windows boleh menimpa sebuah file.
#CRASH TERKENDALI - Blue screen berdasarkan perintahAnda ingin mencoba workshop ini tanpa harus mengalami masalah dulu dengan Windows? No problem. Dengan trik berikut, Anda dapat menampilkan laporan kesalahan Kernel (blue screen) melalui kombinasi tombol. Sebelumnya Anda perlu membuat sebuah nilai dalam registry Windows. Untuk itu, klik 'Start | Run' dan ketikkan perintah berikut.
regedit
Masuk ke:
HKEY_LOCAL_MACHINE\ System\CurrentControlSet\Services\i8042prt\Parameters. Di sini buat sebuah nilai DWORD bernama 'CrashOnCtrlScroll' dan beri nilai '1'. Restart PC Anda. Sekarang, coba tahan tombol [Ctrl] kanan dan tekan tombol [Scoll Lock] dua kali. Anda akan mendapat tampilan blue screen.
#Menghidupkan kembali Windows Jika tidak ditemukan kesalahan pada hardware, periksa partisi Windows pada hard disk. Dengan bantuan restore-console Windows dapat dipaksa untuk booting.
Mereparasi boot sektor: Sektor pertama pada hard disk terdiri atas dua bagian, yaitu sebuah tabel partisi (MBR) dan boot sektor sebenarnya yang berisi kode untuk Windows. Biasanya, masalah pada boot sektor mudah dikenali, misalnya PC selalu hang dengan laporan 'Verifying DMI Pool Data'.
Boot dari CD Windows dan jalankan restore-console dalam Setup. Lalu ketikkan perintah berikut.
fixmbrDengan perintah ini, Anda telah mereparasi MBR. Untuk memperbaiki boot sektor, ketikkan perintah berikut dalam console yang sama.
fixboot c:C: adalah drive yang berisi Windows. Jika berbeda, ganti dengan huruf drive yang sesuai.
Tips: Banyak pengguna yang tidak dapat menemukan CD Windows mereka. Selain itu, pada versi OEM, restore-console sangat dibatasi atau bahkan tidak tersedia. Jika demikian, dapatkan disket booting dari You are not allowed to view links.
Register or
Login. Dalam BIOS, tetapkan floppy-drive sebagai 'First Boot Device'. Jalankan PC dengan disket booting. Masukkan perintah berikut dalam tampilan DOS.
fdisk /mbr Dengan perintah tersebut setidaknya MBR dapat berfungsi kembali. Jika Anda tidak memiliki floppy-drive, tool 'Bart PE' dapat membantu. Download tool ini dari You are not allowed to view links.
Register or
Login pebuilder. Wizard 'Bart's PE Builder' akan membuatkan CD untuk booting Windows.
Membuat ‘boot.ini’ baru: Jika Windows masih tidak dapat dijalankan meskipun boot sektor sudah direparasi, mungkin ada file booting penting yang tidak tersedia. Pada dasarnya, Windows membutuhkan tiga file untuk dapat booting, yaitu ntldr.exe, ntdetect.com, dan boot. ini.
Loader (ntldr) akan mencari boot.ini yang berisi informasi mengenai berapa banyak partisi yang ada dan apa saja jenisnya. Jika boot.ini rusak atau terhapus, informasi yang dibutuhkan loader tersebut tidak dapat disampaikan. Untuk membuat boot.ini baru, ketikkan perintah berikut dalam restore-console.
bootcfg /rebuildSetiap kali menemukan sebuah partisi, tool akan menanyakan apakah partisi ini perlu dimasukkan ke dalam boot.ini atau tidak. Sebaiknya sertakan saja semua partisi yang ditemukan oleh tool.
Mengganti file booting: Kedua file booting lainnya tidak dapat direparasi atau dibuat dengan restore-console. Jika file-file tersebut tidak tersedia, akan muncul laporan 'NTLDR cannot be loaded'. Instalasikan file yang dibutuhkan dari CD Windows. Untuk memperoleh ntldr.exe, ketikkan perintah berikut dalam restore-console.
copy d:\i386\ntldr c:\d: adalah drive CD, c: adalah partisi Windows (sesuaikan dengan sistem Anda). Lakukan hal yang sama untuk memperoleh ntdetect.com. Setelah melakukan langkah-langkah di atas, Windows biasanya dapat dijalankan kembali.
#Windows selalu crashJika Windows Anda tidak stabil, periksa segala kemungkinan kerusakan. Tak perlu khawatir, berbagai tool untuk solusi masalah ini tersedia cukup banyak.
Mereparasi partisi Windows
Selama file-file Windows tidak lengkap, ia tidak akan berfungsi dengan baik. Untuk mengatasinya, kembali kita harus menggunakan CD Windows.
Mengganti file-file penting: Windows akan crash ketika membutuhkan suatu file sistem, tetapi ia tidak ditemukan. Biasanya file sistem ini hilang akibat salah hapus, terserang virus, atau rusak karena hal lain.
Self-Healing: Tekan [R] dalam layar ini agar Windows mereparasi sendiri.
Pertama, pilih 'New Installation' dalam Setup. Windows akan mencari partisinya di hard disk dan menawarkan untuk mereparasi bagian-bagian yang rusak. Tekan tombol [R] untuk menjalankannya. Dengan pilihan ini, file-file sistem yang hilang akan diganti, tetapi personal settings yang telah Anda tetapkan biasanya tidak berubah.
sumber: Majalah CHIP edisi online